Belumlah terlambat untuk mengerti
Bahwa langkahku kian dekat dari cahaya-Mu
Dan belum terlambat untuk menumbuhkan cintaku
Yang masih terbenam oleh usia akal yang masih belia
Kupangku hatiku di titian hidupku
Baru kusadari: ada bahagia yang tak kutahu
Tersimpan di kedalaman jiwaku yang lama beku setelah dilahirkan
Mungkinkah itu cinta-Mu… yang selalu menunggu?
Aku berjalan tanpa arah
Mengejar bayang yang memudar
Tak kusentuh wujud-Mu, tapi kurasakan kehadiran-Mu
Dekat… lebih dekat dari jiwaku
Apakah cinta yang
membahagiakan-Mu?
Adakah rindu hamba-Mu berarti dalam pandangan-Mu?
Sesuatu yang kini ingin kumiliki
Cinta yang tak akan pernah terbalas hiruk-pikuk dunia
hanya Engkau yang abadi selamanya
Belumlah terlambat untuk mengerti
Usiaku kini beranjak dewasa seiring umur dunia yang tak lagi muda
Namun masih kurajut secercah harap melalui lantunan ayat-ayat-Mu
Bahwa Rahmat-Mu lebih luas daripada kasih sayang orang tuaku
Tak sekalipun kusentuh wujud-Mu
Namun kini kutahu, Engkau selalu ada walau jauh dari mereka
Ketika tangis tak terdengar oleh mereka yang duduk di sana
Ketika luka hanya Engkaulah yang tahu artinya berada di penjara dunia
Pernah hatiku terbalut pilu
Salah mengartikan hidup, salah mengejar arah, salah dan menyalahkan ibu-bapak
Namun kini…
Kupulang dengan cinta yang baru tumbuh dari asrama
Belumlah terlambat untuk mengerti
Bahwa hidup ini hanyalah persinggahan
Dan Engkaulah tujuan — yang layak dicinta,
Yang pantas disembah… selamanya.







Komentar
Tuliskan Komentar Anda!